Friday, October 18, 2013

Perahu Kertas Kita

Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu

Oh bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Kamu, Aku, Kamu dan Kita. Bagaimanapun itu Kita, selalu bisa menerima segala hal yang tak pernah kita fikirkan sebelumnya. Dengan rasa, kita mampu bersama. Dengan Senda Gurau kita mampu berambisi. Bahkan, Kasih sayang yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, mengalir begitu saja diantara Kita. Cinta kita tidak akan pernah berhenti sampai di sini dengan sembarangan. 
Telah kucoba untuk tidak merasa gelisah saat tak ada hadirnya Kalian. Namun, hal yang paling membuatku lebih gelisah adalah saat Kita memulai dengan tujuan hidup Kita yang baru. Masa depan baru dengan seribu kemungkinan terbesar jarak diantara Kita. Jarak yang mampu membuat pemikiran Kita berubah dan rasa sayang Kita.
Kita akan merekam beberapa hal yang mungkin memaksa Kita tidak akan bisa bersama lagi (Mungkin akan Kita lakukan saat Kita berani memulai untuk beberapa hal kepuasan dalam diri sendiri).
Tapi, Aku percaya. Sekuatnya kita untuk melangkah menuju kesuksesan, akan semakin kuat tujuan Kita menyatukan beberapa lembar cerita yang mungkin belum terselesaikan saat kita bersama dengan indah pada akhir cerita Kita kelak.


Full of fats,


Friends.